Minggu, 19 Mei 2013

DASAR-DASAR PENGETAHUAN: PENALARAN LOGIKA DAN SUMBER PENGETAHUAN

Istilah ilmu pengetahuan diambil berasal dari kata bahasa inggris science, yang berasal dari bahasa latin scientia yang berarti mempelajari, mengetahui. Menurut The Liang Gie (1987) ilmu adalah rangkaian aktivitas penelaan yang mencari penjelasan suatu metode untuk memperoleh pemahaman secara rasional empiris mengenai dunia ini dalam berbagai seginya, dan keseluruhan. Pengetahuan sistematis yang menjelaskan berbagai gejala yang ingin dimengerti manusi. Sifat ilmiah dalam ilmu dapat diwujubkan apabila dipenuhi syarat-syarat yang  intinya adalah :Ilmu harus mempunyai objek ;Ilmu harus mempunyai metode; Ilmu harus sistematik;Ilmu Bersifat universal.
Proses kegiatan berpikir yang memiliki karakteristik tertentu dalam menemukan suatu pengetahuan yang benar merupakan penalaran atau penalaran didefiniskan sebagai proses berpikir dalam menarik kesimpulan berupa pengetahuan yang benar. Ciri penalaran sebagai proses berpikir adalah :
v   Sifat logis.Penalaran merupakan suatu proses berpikir logis menurut pola tertentu atau mempunyai logikan masing-masing.
v  Sifat analitik dari proses berpikir. Penalaran merupakan kegiatan berpikir yang mendasarkan diri pada suatu analisis dengan langkah-langkah tertentu dan kerangka berpikir yang digunakan adalah logika.
Tetapi tidak semua kegiatan berpikir didasarkan pada penalaran.Penalaran menghasilkan pengetahuan yang dikaitkan dengan berpikir dan tidak dikaitkan dengan perasaan.
Ada dua cara berpikir untuk menemukan pengetahuan yang benar yaitu :
v  Cara berpikir analitis(penalaran)
v  Cara berpikir non analitis adalah suatu kegiatan berpikir yang tidak berdasarkan pola kegiatan berpikir atau penalaran  yaitu :
v  Perasaan merupakan kegiatan non analitis dimana penarikan kesimpulan yang tidak berdasarkan penalaran
v  Intuisi merupakan kegiatan non analitis yang tidak mendasarkan pada suatu pola berpikir tertentu.
Penalaran merupakan suatu prose berpikir yang menghasilkan pengetahuan. Agar penalaran pengetahuan yang dihasilkan dari penalaran mempunyai dasar kebenaran maka dilakukan melalui suatu cara tertentu dan kemudian sampai kepada cara penarikan kesimpulan yang sahih(valid) disebut logika . Ada dua cara penarikan kesimpulan yaitu :
v  Logika deduktif merupakan penarikan kesimpulan dari hal yang bersifat umum menjadi kasus yang bersifat individual(khusus). Penarikan kesimpulan menggunakan pola pikir silogisme.
v  Logika induktif merupakan penarikan kesimpulan dari kasus individual yang nyata menjadi kesimpulan yang bersifat umum
Untuk mendapat pengetahuan yang benar pada dasarnya ada dua sumber yaitu berdasarkan rasio dan pengalaman manusia.Untuk mendapatkan pengetahuan yang benar sehingga muncul paham yaitu :
v  Paham rasiolisme
Pengetahuan yang diperoleh melalui rasio, kebenaran hanya didasarkan pada kebenaran pikiran semata yang menggunakan penalaran dan logikan deduktif dalam menyusun pengetahuan.
v  Paham empirisme
Pengetahuan manusia itu diperoleh bukan dari penalaran yang rasional yang bersifat abstrak namun melaui pengalaman yang konkret dan menggunakan logikan induktif dalam menyusun pengetahuan.
Sumber pengetahuan selain  dapat diperoleh melalui rasionalisme dan empirisme masih ada cara lain yaitu intuisi dan wahyu. Intuisi adalah kegiatan berpikir untuk mendapatkan pengetahuan tampa melalui proses penalaran tertentu. Wahyu merupakan pengetahuan bukan dari hasil usaha aktif manusia tetapi merupakan pengetahuan yang disampaikan oleh Tuhan kepada manusia. Wahyu merupakan Firman Tuhan yang bersifat mutlak dan abadi.
           

1 komentar: