Selasa, 09 April 2013

LANDASAN TEORI DAN PENDEKATAN SISTEM

Dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.
Pendidikan merupakan sistem terbuka dimana terdiri atas beberapa komponen yang saling terikat dan berhubungan yang mempunyai tujuan yang sama yaitu menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas.
Teknologi pendidikan selain berkonsentrasi pada peserta didik, cara berpikir sistemik adalah kerangka kerja seorang teknolog pendidikan. Hasil berpikir sistemik dapat menyentuh segala aspek belajar dan pembelajaran.
Pengertian sistim yang dirangkum dalam AECT,1997 antara lain :Sistim menurut Banathy adalah organisme sintetis yang sengaja dirancang, terdiri atas komponen-komponen yang terkait dan ketergantungan satu-sama lain dan bekerja sama secara teintegrasi untuk mencapai tujuan belajar yang sudah ditetapkan. Silvern merumuskan system sebagai struktur atau pengaturan dari keseluruhan, menunjukan keterkaitan antar bagian-bagiannya pada suatu proses dalam satu kerangka berpikir. Menurut Kaufman, sistim adalah proses rancangan keseluruhan bagian-bagian yang bekerja secara independen dan bersama-sama untuk mencapai hasil yang baik(Dalam Prawiradilaga,2012)

Kategorisasi system berdasarkan jenjang meliputi : sistem; subsistem, merupakan unsur atau bagian yang terlibat di dalam sistem; suprasistem, merupakan sistem terbesar; cara berkerja/berpikir(cara kerja sistem sangat bervariasi). Ditinjau dari cara bekerja, system  terbagi atas :
Ø  Sistem terbuka, Suatu sistim terbuka biasanya menerima masukan dari lingkungan, kemudian mentrasformasi masukan kegiatan-kegiatan dalam system, lalu menghasilkan keluaran untuk lingkungan tadi sehingga memperoleh umpan balik.
Ø  Sistem tertutup, sistem ini tidak dapat menerima masukan dari luar tata kerjanya. Sistem tertutup bersifat baku.
Ø  Sistem analis. Bagi Heinich, sistem analis merupakan teknik yang menggabungkan dan mengaitkan komponen-komponen lama dan baru kemudian membentuk sistem baru atau rancang ulang sistem dengan maksud agar sistem baru bekerja efektif dalam mencapai tujuan.
Ø  Sistem pandang, merupakan penerapan pola berpikir dalam menanggapi masalah
Pendekatan sistem merupakan suatu proses pencapaian hasil atau tujuan logis dari pemecahan masalah dengan cara efektif dan efisien dan dianggap sebagai metode ilmiah. Teknologi pendidikan menggunakan konsep pendidikan sistem sebagai pola berpikir dalam menanggulangi kesulitan atau proses belajar(dan mengajar) Penerapan pendekatan sistem dalam teknologi pendidikan terhadap proses belajar.
Sistem pembelajaran dalam konsep AECT 1977 dinyatakan langsung sebagai komponen sekaligus merujuk sebagai sumber belajar. Komponen sistem pembelajaran terdiri atas pesan,orang, materi, peralatan, teknik dan latar. Model pembelajaran yang divisualisasikan oleh satgas AECT tersebut yaitu :a. Tujuan belajar(tujuan khusus dan materi; b.Kondisi(pengalaman belajar dan model pengajar-belajar); c. Sumber(staf, bahan,peralatan dan perangkat keras); d. Hasil(evaluasi & revisi, ubah total).
Bagi Gagne, Briggs dan Wager,1992 sistem pembelajaran mencakup adanya pemanfaatan sumber belajar berikut prosedur yang ditata dan dikelola agar proses belajar terjadi tercermin “of resources and procedures used to promote learning”. Smaldino,etal,2005 dalam buku yang sama(edisi kelima) pernah merumuskan sistem pembelajaran seperti berikut “an instructional system consists of a set inerralated framework to provide learning activities necessary to accomplish a learning goal”. Mereka menyebutkan berbagai kategori sistem pembelajaran seperti pembelajaran dikelas, broadcast, paket mandiri, pembelajaran berbasis jaringan, kegiatan praktikum,lokakarya, paket komputer dan sebagainya. Komponennya terdiri atas tujuan pembelajaran, strategi, media, peralatan, lingkungan, dan orang. Adapun sifatnya meliputi pembejaran langsung, sinkronisasi, kelompok, lokasi, biaya dan waktu(Prawiradilaga, 2012.hal 95-96).

DAFTAR PUSTKA
Miarso, Yusufhadi. (2011). Menyemai Benih Teknologi Pendidikan.Jakarta: Kencana Prenada Media Group
Prawiradilaga,Dewi S. (2012). Wawasan Teknologi Pendidikan .Jakarta: Prenada Media Group.

0 komentar:

Poskan Komentar